Selasa, 12 Maret 2024
Canva
Cerpen
AKU DAN KAMU
Ini adalah sebuah kisah tentang aku dan kamu. Tapi bukan kita. Karena tidak pernah ada kita. Yang ada hanya aku dan kamu.
Aku dan kamu menjadi sebuah ikatan yang tak semestinya terjadi. Takdir menyatukan kita dalam keadaan yang sangat rumit, betapa hebatnya Tuhan yang telah mempertemukan kita dan membuat kita saling mengenal.Cerita cinta ini sangat rumit dan aku tak tahu kapan akan berakhir.
KAMU...!!! Ya Kamu hadir dan mengubah segalanya. Apa kamu tahu itu? Dulu, sebelum aku kenal kamu semuanya terasa begitu biasa dan semuanya terasa berwarna hitam putih saja. Aku pernah merasa malas untuk menaruh perasaan sayang kepada seorang laki-laki. Malas untuk mengulang dari awal lagi, benci untuk mengulang sayang dengan orang yang berbeda dan pada akhirnya aku merasakan hal yang sama yang selalu aku rasakan setiap aku jatuh cinta. Mau tahu apa? KECEWA.
Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak akan pernah lagi siap untuk menaruh perasaanku pada seorang laki-laki, never! Tapi semenjak Tuhan mempertemukan aku dan kamu, aku melanggar janjiku sendiri. Sejak pertama kali aku melihat kamu, ada sesuatu yang beda dari kamu. Kamu tahu? Bagiku, kamu adalah matahari. Kamu hangat, terang dan selalu menyinari aku yang kelam. Meskipun dipenghujung hari kamu menghilang, tapi keesokan hari kamu pasti akan selalu datang. Namun aku lupa bahwa Matahari tidak hanya menyinari bumi. Bumi bukanlah satu-satunya yang mendapatkan kehangatan matahari.
Detik demi detik waktu kita lalui bersama, selalu ada kamu dalam hari-hariku dan aku yang berputar disekelilingmu. Kamu hadir membawa warna baru dalam hidupku. Dulunya hanya hitam putih saja, but now become more colorful. Namun dengan bodohnya ku terlalu terbius dengan semua kata sayangmu, yang nyatanya hanya menutupi kebohongan yang tak bisa kau ungkapkan.
Engkau lari dari kenyataan dan menjadikanku pelampiasan yang tak semestinya kau lakukan. Entah aku terlalu mencintaimu atau terlalu bodoh. Aku tak tahu? hingga akhirnya aku menerimamu dalam hidupku tanpa ingin tahu semua latar belakangmu. Kisah aku dan kamu tidak ada salahnya, hanya aku yang terlalu terlarut dalam kebahagiaan yang kita ciptakan.
Namun pada akhirnya kamu pergi dariku dan kembali pada kenyataan bahwa kita tak bisa bersama. Karena kita adalah matahari dan bumi yang tidak akan pernah terhubung, terpisah jarak namun selalu ada koneksi yang menghubungkan antara aku denganmu.
Terimakasih banyak, wahai organ terpandai yang terlupakan, telah mengingatkan aku yang bodoh ini. Tidak ada "kita ". Tidak akan pernah ada "kita". Yang ada hanyalah "aku" dan "kamu".
Selamat datang
Haii selamat datang di blog sayaa, disini saya akan membagikan sedikit cerpen buatan saya yang mungkin bermanfaat!
SELAMAT MEMBACA!!
LEBIH BAIK MEMINTA DARIPADA MENCURI
Pagi yang cerah, matahari mulai menampakkan dirinya. Ocehan burung muali terdengar nyaring dengan indahnya. Pagi ini seperti biasa, aku harus pergi ke sekolah yang terletak tidak cukup jauh dari rumahku. Untuk pergi ke sekolah biasanya aku naik sepeda atau berjalan kaki bersama teman-temanku.
Setelah pulang sekolah aku pergi ke belakang rumahku untuk memberi makan ikan. Kebetulan ayahku mempunyai kolam kecil-kecilan, disana terdapat ikan nila yang beragam. Berhubung ayahku pergi merantau ke luar kota, jadi akulah yang bertanggung jawab untuk merawat ikan-ikan tersebut. Setiap hari kuberi makan dengan memanfaatkan alam sekitar. Mulai dari daun kangkung hingga daun pepaya.
Keesokan harinya setelah aku baru pulang sekolah, aku mendengar suara keributan dari belakang rumahku. Dengan segera aku menuju belakang rumahku, betapa terkejutnya aku melihat segerombolan warga dan juga ibuku yang sudah berada disini sedari tadi.
Aku menghampiri ibuku dan bertanya "Ada apa ini bu? Kok rame-rame?"
"Ini nih ada orang yang nyuri ikan nila kamu. Mana banyak banget lagi yang dibawa, untung ada warga yang sempet mergoki waktu dia nyuri." Balas ibu dengan suara gerget dan penuh penekanan sambil menunjuk ke arah si pelaku.
"Loh pak Rahmat?" Tanyaku bingung sambil menatap pak Rahmat yang sedang menutupi wajahnya karena merasa malu.
"Kamu kenal orang ini nak?" Tanya ibuku yang masih tampak bingung.
"Iya bu, pak Rahmat ini adalah orang kampung sebelah, dia sebenernya orang nya baik kok. Dulu pernah waktu itu aku jatuh dari sepeda di tolong sama pak Rahmat." Jawabku.
"Maafkan saya buk, pak, nak. Saya kayak gini demi anak saya. Dia pengen banget makan ikan, tapi saya gak punya uang sama sekali untuk membeli. Jadi saya terpaksa nyuri dan tolong lepaskan saya demi anak saya." Jawab pak Rahmat dengan nada menyesal.
"Halah alesan, DASAR SAMPAH MASYARAKAT!!" Sela salah satu warga yang menurutnya itu hanya alasan pak Rahmat untuk membebaskan diri.
"Tolong lepaskan saya, saya janji tidak akan berbuat seperti ini lagi. Tolong pak, buk, nak. Kalau saya dibawa, terus bagaimana dengan anak saya? Dia sudah tidak punya siapa-siapa selain saya." Ucap pak Rahmat.
Ya, pak Rahmat adalah seorang duda yang ditinggal mati oleh istrinya. Ia mempunyai 2 orang anak yang ia besarkan sendiri. Hidupnya sebatang kara. Beliau setiap hari hanya pencari rongsokan untuk menafkahi anak nya.
Melihat kondisi pak Rahmat yang aku mulai tidak tega. Sebenarnya aku juga tidak setuju dengan sikap pak Rahmat yang seenaknya mencuri barang yang bukan hak dia. Tapi bagaimanapun dia juga sangat membutuhkan ikan ini.
"Baiklah pak saya akan memaafkan bapak. Dengan satu syarat yaitu, bila bapak membutuhkan atau menginginkan sesuatu usahakan bapak meminta izin kepada pemiliknya apabila bapak ingin mengambilnya, bukan malah mencuri seperti ini." Ucapku yang diangguki oleh pak Rahmat.
"Iya, maafkan saya nak. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya tahu saya salah, sekali lagi saya minta maaf dan tolong bebaskan saya." Ucap pak Rahmat dengan wajah memohon. Dan aku yang melihatnya pun mulai tersenyum.
"Berhubung pak Rahmat sudah minta maaf dan mengakui kesalahan bapak, bapak boleh kok ambil ikan yang udah bapak bawa tadi. Saya ikhlas, asalkan ikan tersebut benar-benar untuk anak bapak." Ucapku yang mulai kasihan dan diangguki oleh pak Rahmat.
"Oiya bapak-bapak yang lainnya tolong lepaskan pak Rahmat, biarkan ini menjadi pelajaran untuk dia." Ucapku yang mulai diangguki oleh semua warga.
" Yaudah kalau itu memang keputusan adek. Saya pamit pulang dulu ya, dan untuk pak Rahmat lain kali jangan diulangi lagi. Untung orang yang bapak curi mau memaafkan bapak. Kalau nggak udah pasti tadi kita bawa ke pak RT." Ucap salah satu warga yang memang sedikit kesal dengan pak Rahmat. Ia pun mulai pergi dan diikuti oleh semua warga yang lainnya.
Pak Rahmat yang tadinya menunduk pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke arahku sambil berkata "Terimakasih ya nak, saya menyesal telah melakukan perbuatan ini semua." Ucapnya sambil menjabat tanganku.
"Tidak apa-apa pak, lain kali jangan diulangi lagi. Oiya sekarang bapak boleh pulang kok dan jangan lupa ikannya dibawa. Anggap saja ini hadiah pemberian dari saya dan ibu saya untuk anak bapak dan juga ucapan terimakasih saya karena waktu itu bapak sudah menolong saya." Ucapku sambil melempar senyum dan menerima jabatan tangan pak Rahmat.
Pak Rahmat pun hanya manggut-manggut saja dan melepas jabatan tanganku serta bergantian menjabat tangan ibuku. Setelah itu ia pulang dengan perasaan malu tapi di satu sisi dia juga merasa senang.
Ibu yang sedari tadi hanya diam memperhatikanku menyelesaikan masalah pun berkata "Wahh bijak banget anak satu ini, ibu bangga pada kamu nak." Ucapnya sambil memelukku dan mengelus puncak kepalaku.
"Iya dong, anaknya ibu dan ayah gitu loh." Ucapku dengan berbangga diri dan diangguki oleh ibu sambil tertawa. Dan setelah itu kita berdua kembali memasuki rumah.
Jadi, pesan moral yang bisa kita petik dari cerita ini adalah 'mau sedikitpun barang yang kita ambil tetapi apabila bukan hak kita itu tidak boleh. Karena lebih baik meminta daripada mencuri. Dengan cara meminta itu malah membuat barang yang kita peroleh menjadi halal dan berkah. Daripada mencuri, itu hanya membuat kita sengsara dan juga mendapat dosa dari Tuhan Yang Maha Esa.'
SELESAI
Thanks yang udah baca!!
Canva
BOLA BOLA UBI Ada 3 varian rasa terbaru loh: ••Cokelat ••Green tea ••Stroberi Enak buat cemilan atau buat kerkom juga cocok bange...